Sunday, November 04, 2012

Mahameru Year End 2011

PC290132DSC_0181DSC_0081DSC_0074DSC_0170DSC_0077
DSC_0028PC300180DSC_0061PC300238PC300253DSC_0254
DSC_0210DSC_0345DSC_0374DSC_0310DSC_0484DSC_0416
DSC_0453DSC_0469DSC_0444PC300257PC300260PC280018

Mahameru Year End 2011, a set on Flickr.

Perjalanan yang mengagumkan. Lain tempat, lain atmosfer, dan lain juga energinya.

Mengunjungi gunung selalu jadi saat untuk mendekatkan diri ke Yang Maha Esa, sekaligus merefleksi perjalanan hidup kita selama ini.

Terima kasih Semeru!

Saturday, September 22, 2007

kawan,
pindah ke lequoaila.wordpress.com yap!

mari kita berbondong kesana..hehehe
tenkyu,

_shana

Monday, August 27, 2007

cinta fotografi

pertama tertarik memang dari cerita seorang teman yang mengambil ekstrakurikuler jurnalisme ala sma. 'ikut aja shan...seru lho..' yah, berawal dari ditantangin untuk ikutan ekskul serupa padahal ijazah lulus smp aja belum keluar, akhirnya tergeraklah salah satu motivasi untuk masuk si sma impian adalah untuk bergabung di ekskul tersebut.
cerita berlanjut, masuklah saya ke ekskul terkait. seru. belajar dasarnya berfotografi. tapi belum ada keinginan untuk mengeksplor jauh. ternyata foto begitu to..
berlanjutlah perjalanan penemuan jati diri fotografi di kampus. lagi-lagi, tertarik dan penasaran dengan sebuah unit yang memang menyuguhkan fotografi dengan sangat memikat. awalnya, terpikir palingan sama saja dengan sma, belajar fotografi sebatas dasar tanpa praktek. meski berasumsi demikian, tetap saja kekeuh mengikuti proses penerimaan anggota baru, dan jadilah saya salah satu kru.
dugaan ternyata salah, pendidikan foto yang didapat ternyata beyond my expectation! ajaibnya, benar-benar mendapat paradigma baru soal bagaimana berfotografi. mulai dari sesederhana konsep foto, framing, hingga bermacam jenis foto seperti pengagum manusia yang ditawarkan lewat human interest, serunya bikin studio-studioan untuk memfoto benda lewat still life, hingga sekedar menikmati keindahan alam dengan foto landscape.
yang benar-benar menggugah, adalah betapa besar makna fotografi.
konsep merekam kejadian lewat sebuah gambar.
intinya, selalu ada cerita dibalik sebuah foto. tanyakan saja kepada seorang fotografer mengenai cerita di balik fotonya. biasanya dia akan bercerita banyak, bisa dari cara dia mengambil fotonya, hingga beberapa pelajaran soal kehidupan.
mungkin kapan-kapan saya akan berbagi tentang cerita di balik foto-foto sendiri (hahaha, padahal masih amatir). sedih juga, karena sekarang malah jarang memproduksi, lebih banyak menikmati.
kenapa lebih memilih fotografi? karena gambar lebih berbicara banyak. karena interpretasi dari sesuatu yang diam, merangsang imajinasi kita untuk bekerja dan mencoba mereka-reka cerita di balik gambar.
imajinasi. interpretasi. kekuatan ide manusia dicoba untuk digali disana.
proses kreatif yang selalu seru untuk diikuti.
coba saja. ambil sebuah foto. coba telaah. kenapa sebuah foto keluarga bisa segitu bermakna dan menggantikan tidak hanya representatif visual anggota keluarga, melainkan juga atmosfer kehangatan di dalamnya. kenapa sebuah foto pegunungan denga rumput hijau bisa menggantikan perasaan damai dan sejuk. kenapa sebuah foto wisuda bisa kembali membangkitkan semangat untuk segera berkontribusi ke masyarakat setelah sekian lama mengemban ilmu.
semua terjadi karena setiap foto adalah pesan. setiap foto adalah energi yang ingin disalurkan kepada penontonnya. setiap foto adalah cerita.

Sunday, August 19, 2007

late birthday wishes, and exam results


late birthday wishes, and exam results
Originally uploaded by _Neverletmego_

MERDEKA!!!

Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."

Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

(Refrein)
Indonesia Raya,Merdeka, MerdekaTanahku, negriku yang kucinta.
Indonesia Raya,Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa, "Indonesia bahagia!"

Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji: "Indonesia abadi!"

Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,Pulaunya, lautnya semuanya.
Majulah Negrinya, Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein (2×)

Lagu ini versi 3 bait yang baru aja diresmikan oleh Deparsenipar. Selamat hari jadi untuk Indonesia. Doa dan baktiku. Bangsa ini bisa dan akan menjadi sangat besar. Semoga kita tidak harus hanya menyanyikannya satu kali setahun saat upacara kemerdekaan.
Cerita Pagi

Gw punya mimpi. Beberapa saat akhir ini, mimpi gw terusik. Kenapa? Karena seakan mimpi gw terlalu besar. Terlalu mengerikan untuk orang-orang di sekitar gw. I am an idealist. But I failed to take my friends with me. Prosesnya bikin sakit euy. Beberapa kali, gw merasa bahwa dunia segitu tidak adilnya. Gw merasa bahwa persiapan sudah dilakukan segitu besarnya, materi sudah dipikirkan segitu lamanya, dan pada pelaksanaannya pun jatuh bangunnya keterlaluan. The result: masih, hanya sebatas menjadi pewacanaan, mendobrak paradigma. Tapi mimpi gw ga terwujud apa-apa. Orang cuma ngambil keuntungan dari situ, dan gw ga bisa terima. Gw merasa bahwa orang tidak pernah mendengar. Mereka lambat, dan bodohnya mereka tidak mau mendengar. Mereka bisa mengakselerasi jika mendengar, tapi mereka memilih untuk tidak mendengar. Apa dulu Rasul seperti ini juga ya? Kenapa setiap menyuarakan sesuatu kebenaran yang baru, resistansinya begitu besar? Kita kadang tidak sadar bahwa kita menghancurkan diri sendiri, kaum sendiri secara perlahan. Leaders. Mana pemimpin yang kuat, punya prinsip, dan patut jadi teladan? Kenapa orang berlomba untuk mendapatkan posisi dan prestise, bukan prestasi? Dan bodohnya, masyarakat pun termakan dengan populisasi ini. Butuh artis, atau pemimpin? Bahkan sekarang rakyat pun memilih untuk mereka tidak bergerak kemana-mana. Kenapa harus bergerak perlahan, ketika semuanya mungkin terjadi dengan cepat? Kenapa harus memilih hal yang mudah, ketika hal yang lebih besar menanti di balik sesuatu yang menuntut usaha yang sedikit lebih besar?
Kepercayaan. Variabel kedua yang menjadi akar dari ‘kondisi’ masyarakat ini. Kita hidup di low trust society, dimana memang kepercayaan antar individu dan kelompok di sini menjadi sangat rendah. Curigaan. Tidak percayaan. Mulai dari yang terang-terangan bilang ‘tidak percaya’ sampai yang berlindung dibalik tameng kata ‘waspada’. Mungkin kita harus lebih jujur pada diri sendiri, sejauh mana sih kita percaya ke orang lain, dan sebesar apa kepercayaan yang diberikan. Mungkin kata kunci ini yang menjadi akar kenapa kita kadang tidak benar-benar 'mendengarkan'. Survey membuktikan bahwa negara dengan low trust society seperti Indonesia memang sangat lambat perkembangannya, dibandingkan dengan negara high trust society seperti Jepang atau Amerika. Bisa diubahkah kondisi ini? Tinggal memilih. Mengubah bangsa menjadi tulus, atau memanfaatkan ‘ketidakpercayaan’ bangsa ini untuk memajukannya. Pilihan yang aneh.

Listen. The world is trying to sent you message. Listen.

Tuesday, July 17, 2007


Dinko...
i'll wait up,

Friday, July 13, 2007

Hmm, apa yang bisa dilakukan kalau sedang menunggu orang?

The Human Development Index (HDI) is a comparative measure of life expectancy, literacy, education, and standard of living for countries worldwide. It is a standard means of measuring well-being, especially child welfare. It is used to determine and indicate whether a country is a developed, developing, or underdeveloped country and also to measure the impact of economic policies on quality of life.[1]

2006 HDI Index menyatakan kita peringkat 108 dari 177. Tahun 2007 mau gimana?


Di suatu malam yang agak dingin, ditemani sekelompok orang yang sedang rapat koordinasi di ruangan yang sama, saya teringat untuk melakukan booking tiket sehubungan dengan keperluan berangkat konferensi muda di sebuah kota Eropa. Sambil chat bersama sang kakak, mulailah kami berdua membahas masalah kepergian ini. Yang jadi pikir ternyata bukan di situ.
Saya tidak pernah seiseng ini mencari tahu soal angka HDI atau Human Development Index negara tercinta kita ini sebelumnya. Awal cerita, saya sedang sibuk minta tolong untuk browsing harga dan availability tiket untuk sebuah tanggal di bulan Juli. Merasa penasaran dengan jumlah biaya yang sudah dikonversikan ke IDR, bertanyalah saya akan nilai tukar Euro terhadap IDR. 11500. Waah, paniklah saya, apalagi selama ini hanya menyiapkan rancangan pengumpulan dana untuk ongkos 750 euro dengan kurs terhadap IDR 8500 (=6,4 juta IDR. Salah berat..) ditambah tiket pulang pergi sekitar 4 juta. Dan setelah ditilik, ternyata biayanya bisa mencapai angka kepala 2…

Ko mahal banget yah….?
Iyalah..begini nasib jadi negara dunia ketiga..

Newly Industrialized Countries

Wow, berdasarkan hasil browsing, ternyata memang, kita masih berada di klasemen bawah peringkat negara termakmur di dunia. HDI Index kita peringkat 108 dari 177. Hmm, kalau ditilik, peer kita the terlalu banyak bahkan seharusnya kita ga bisa berlaku setenang dan senormal itu. Karena semuanya tidak berjalan tenang dan normal.
Jadi……
Mahasiswa. Haha. Tambah susah kan tugasnya?
Indonesia ini terlalu ribet untuk merumuskan jalan keluarnya.
Tapi coba deh kita bahas satu-satu. Paling tidak lewat indikator HDI ini.

Ceritanya HDI memang menggambarkan tingkat kesejahteraan manusia di sebuah negara yang dijabarkan menjadi beberapa kriteria : hidup lama dan sehat (diukur dengan harapan hidup), terdidik dan terpelajar (diukur dengan tingkat melek huruf dan partisipasi di tingkat dasar, menengah, dan tersier) serta memiliki standar hidup yang layak (diukur dengan GDP terhadap PPP).
Sekarang, gimana kondisi Indonesia?

Harapan hidup indonesia 69,0 th ; Rata-rata usia harapan hidup (UHH) penduduk Indonesia saat ini terendah di ASEAN antara lain disebabkan karena sebagian besar penduduk tidak mampu membiayai pelayanan kesehatan. Sejumlah kebijakan pembangunan di bidang kesehatan, antara lain peningkatan jumlah jaringan dan kualitas fasilitas kesehatan akan dilakukan oleh pemerintah, terutama puskesmas. Penyakit tidak menular pun menjadi concern. Tingkat stroke di sini itu 59-449 per 100.000 penduduk. Cukup besar sehingga menyebabkan perlunya ada training khusus penanganan masalah syaraf ini.ckck..

‘Penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa pada tahun 2025. Pada tahun yang sama angka harapan hidup diperkirakan mencapai 73,7 tahun, suatu peningkatan yang cukup tinggi dari angka 69,0 tahun pada saat ini. Selain itu, dalam periode 20 tahun yang akan datang, Indonesia diperkirakan dapat menekan angka kelahiran total (Total Fertility Rate – TFR) dan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate – IMR) serta meningkatkan proporsi penduduk usia lanjut.’ Kutipan bappenas.go.id.

mudah2an bisa terwujud. Kalau benar-benar tercapai, berarti Indonesia bisa sekelas Sri Lanka dkk. Tapi masih jauh dari Swedia yang bisa mencapai 80an.

Tingkat melek huruf usia 15 th ke atas sebesar 90,4%; dengan kata lain masih ada 9,6% yang emang belum bisa baca tulis. Angka Melek Huruf (AMH) adalah persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang bisa membaca dan menulis serta mengerti sebuah kalimat sederhana dalam hidupnya sehari-hari. Bayangkan, masih ada sejumlah 0.096*200juta = 19,2 juta penduduk yang belum mengenal huruf seumur hidupnya. Pendidikan mengakar tampaknya bisa menjadi solusi. Sampai sekarang, kok belum 20% juga yah dari APBN, ditambah lagi kasus pendidikan ini bukan soal memperbesar APBN saja , tapi bagaimana bisa menyediakan pendidikan yang murah dan bisa diakses oleh semua. RUU BHP apa kabar?

Combined primary, secondary and tertiary gross enrolment ratio 68,4% ; a.k.a angka partisipasi penduduk usia sekolah yang terdaftar mendapat pengajaran di bangku pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Angka ini bisa jadi lebih dari 100%, yang berarti adanya partisipasi oleh usia yang lebih muda, atau lebih tua, untuk usia tingkat pendidikan tersebut. Kita masih harus berlari untuk bisa memenuhi pendidikan bagi mereka si usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan selayaknya. Soal lebih dari 100%, berarti dengan adanya anak-anak aksel bisa jadi angka partisipasinya meningkat..hehe..

GDP per kapita nya 3609 USD. Ayo, masih banyak SDA yang belum terjamah. Satu hal yang jadi pertanyaan, apa iya semua data dan transaksi di Negara ini sudah terdokumentasikan dengan baik. Kalau dilihat dengan perdagangan gelap dkk, mungkin angka aslinya tidak segitu. Ada yang punya data sebenarnya?

'Sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan I tahun 2007 atas dasar harga berlaku adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp 250,7 triliun, kemudian sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 135,0 triliun, diikuti sektor pertanian sebesar Rp 126,2 triliun, Sementara sektor pertambangan-penggalian sebesar Rp 98,5 triliun, dan sektor jasa-jasa sebesar Rp 95,8 triliun, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar Rp 74,0 triliun, sektor konstruksi Rp sebesar 67,4 triliun dan sektor pengangkutan-komunikasi sebesar Rp 60.3 triliun, serta sektor listrik-gas-air bersih sebesar Rp 8,0 triliun. Dalam perhitungan atas dasar harga konstan 2000, kesembilan sektor itu memberi nilai tambah bruto berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp 131,2 triliun, sektor perdagangan-hotel-restoran Rp 80,7 triliun, sektor pertanian Rp 66,4 triliun, sektor jasa-jasa Rp 44,5 triliun. Sedangkan sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar Rp 44,4 triliun, sektor pertambangan-penggalian Rp 43,0 triliun, sektor pengangkutan-komunikasi Rp 32,3 triliun, sektor konstruksi Rp 29,3 triliun dan sektor listrik-gas-air bersih Rp 3,2 triliun.'diambil dari portal Depkominfo: PDB INDONESIA TRIWULAN I 2007 MENCAPAI Rp915,9 TRILIUN

Lama-lama puyeng juga..tadinya mo cerita lebih banyak, tapi tampak harus membaca lebih banyak lagi untuk benar-benar memahami si Nusantara ni. kapan-kapan dilanjutin lagi lah…

Meski demikian, gw masih percaya bahwa perbaikan bisa dilakukan dan ga harus lama. Negara kita masih bisa lho menjadi kaya. Negara kita masih bisa menjadi cerdas. Negara kita masih bisa menjadi kuat. Tapi yang penting adalah Negara kita harus bisa menjadi rumah yang mengembangkan dan mengayomi manusia didalamnya, sehingga potensinya bisa pol-polan.

Ada yang mau gabung untuk benerin rame-rame? Apapun yang terjadi di 2007, itu kerjaan kita bareng tampaknya. dan 5 tahun lagi. dan 10 tahun lagi. dan 30 tahun lagi. dan lagi.
Ngomong-ngomong, akhirnya gw ga jadi berangkat. berbekal misi yang ingin disampaikan dan didiskusikan soal meningkatkan 'negara'nya negara. Hmm, banyak jalan menuju Roma. Dan beneran harus cari jalan lain dulu untuk sekarang.

_140707

post yang cukup panjang untuk diselesaikan, tapi cuma berujung penjabaran. Harus dilanjutin edisi 2. Mari, kita tuntaskan!!

Friday, June 29, 2007

Barisan Nisan

matahari terlalu pagi mengkhianati
pena terlalu cepat terbakar
kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan
pada ruang ketidak-mungkinan
sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun
sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”
tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi
sebelum semua paru disesaki tragedi
dan pengulangan menemukan maknanya sendiri
dalam pasar dan semerbak deodorant
atau mungkin dalam limbah dan kotoran
atau mungkin dalam seragam sederetan nisan
atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci
yang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi's dan Nokia
atau dalam 666 halaman hikayat para bigot dan despot
yang menari ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitam
berselubung Michael Jordan di pojokan pabrik-pabrik ma'lun para
produsen kerak neraka berlapis statistik
pembenaran teatrikal super-mall
opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu
yang mencoba membanyol tentang kekonyolan demokrasi
yang rapi berdasi menopengi mutilasi pembebasan dengan sengkarut argumen basi
tentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinja
para sosok pembaharu dunia bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adil
untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI dan dikebiri matahari
terlalu pagi mengkhianati
dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusi
menjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetangga
bernama Arjuna dan Manusia Laba-laba
pahlawan dari Cobain hingga Visius
dari berhala hingga anonimous bernama Burung Garuda Pancasila
yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayang
pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun berkhakis
yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi setiap pojokan
bahkan di kakus umum dan selokan mencari target konsumen dan homogenisasi kelayakan
maka setiap angka menjadi maka dan makna
ketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK
untuk menjaga stabilitas bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Panton sebagai panduan kebenaran
sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata sinar xerox
menolak terasuki setan dan tuhan yang mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanon
degungan Big Mac dan es krim cone yang berseru,
“Beli! Beli! Beli! Konsumsi, konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!”
oh... betapa menariknya dunia yang sudah pasti
menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi
dengan janji pahala bertubi
dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham
dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala
ketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar-menawar jatah kursi
dan kekuatan hanya berlaku paska konsumsi cairan suplemen, tonik dan para biggot bertemu kawanan
dan cinta hanya akan berlabuh setelah melewati sederatan birokrasi ideologi berwarna merah, hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih dan biru
dan merah
dan putih
Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin NAFTA
sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional
menemukan pembenaran evolusi mereka dengan berpetakan saluran-saluran pencerahan
para rock-stars yang lelah berkeluh-kesah
kala peluh mengering kasat di hadapan pasanggiri lalat telat pasar
dan kilauan refleksi etalase dan display berhala-berhala
berskala lebih taghut dari ampas neraka diantara robekan surat rekomendasi negara donor
perancang undang-undang dan fakta-fakta anti-teror
para arsitek bahasa penaklukan para pengagung kebebasan
kebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar flatron kemajemukan ponsel demokrasi kotak suara dan pluralisme gedung rubuh
Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari
dan terlalu pagi mengkhianati

Maka jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini
wahai rotasi CD dan seperangkat boombox ringkih
jangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan
wahai bentangan seluloid dan narasi
dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,
jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini
demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, Zahraku, mentariku!
Jangan sedetik pun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunus
lelap tertidur tanpa satu mata membuta tanpa pagi berhenti mensponsori keinginan berbisa
tanpa di lengan kanan-kiriku adalah matahari dan rembulan
bintang dan sabit
palu dan arit
bumi dan langit
lautan dan parit
dan sayap dan rakit
sehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar
memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan
sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan
untuk berkata, “Tidak mungkin”
tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi
Matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati..


sebelumnya gw agak annoyed dengan seseorang yang terus menerus mengulang-ulang puisi ini. tapi setelah dilihat dan diresapi, puisi ini emang keren banget, dan patut disebarkan ke sebanyak-banyak orang. Hidup Ucok!!!

Thursday, June 28, 2007

letter to the American people, 2006

It is possible to govern based on an approach that is distinctly different from one of coercion, force and injustice.

It is possible to sincerely serve and promote common human values, and honesty and compassion.

It is possible to provide welfare and prosperity without tension, threats, imposition or war.

It is possible to lead the world towards the aspired perfection by adhering to unity, monotheism, morality and spirituality and drawing upon the teachings of the Divine Prophets.

Then, the American people, who are God-fearing and followers of Divine religions, will overcome every difficulty.

Mahmoud Ahmadinejad
Pursuit of Happiness

Maybe happiness is something that we can only pursue. And maybe we can actually never have it no matter what.Will Smith-Pursuit of Happiness

Udah nonton Pursuit of Happiness? Semalam nonton bareng lewat leptop yang dihubungkan dengan TV berlayar besar dan datar. Menarik. Simpel. Film ini menceritakan gimana perjuangan seseorang untuk mengejar kebahagiaan. Melanjutkan tulisan saya soal menangis dan bahagia sebelumnya, film ini membuat saya semakin yakin bahwa mengejar apa yang disebut dengan 'happiness' tadi memang tidak akan pernah ada habisnya. People get what they want, but then they will chase for another want and left what they have already got behind. Loop yang tidak pernah berakhir ini hanya akan membuat kita menjadi sangat bersemangat pada awalnya, berlari dengan cepat, dan akhirnya berhenti kelelahan dan keluar dari kompetisi menuju 'kebahagiaan'.
Manusia tidak pernah puas, dan memang dirancang untuk demikian. ceritanya, cuma kita makhluk yang diberikan akal, pikiran, dan nafsu.
Pilihannya, apakah kita harus mengikuti semua keinginan? Percaturannya memang tidak akan pernah berhenti, kita bisa berkompetisi dimana dan kapan pun ketika kita mau. Kita bisa terus berlari hingga tenaga kita habis, atau kita bisa terus melompat untuk mendapatkan tempat yang lebih tinggi. Tapi intinya bukan di hasil yang kita capai, bukan di 'kebahagiaan' yang orang-orang lain definisikan. Manusia bisa memutuskan kapan dia merasa bahagia. Dari film itu juga, salah satu line favorit gw adalah waktu si Chris bilang ke anaknya.
Are you happy? because I am happy. If i am happy, and you are also happy, we are all okay.
Yup, nah, masalahnya apakah terminologi kebahagiaan itu tepat? kata 'ikhlas' mungkin lebih tepat. Dengan segala kepasrahan atas segala usaha yang telah dilakukan, diendingkan dengan perasaan ikhlas akan memberikan rasa lega yang....yah...gitulah...menenangkan.

hmm, mungkin kita perlu membuat film yang berjudul mengejar ketenangan...hehehe

Thursday, June 14, 2007

Will you......?
Sudahkah Anda Menangis Hari Ini...?

Alkisah, ada dua orang bersahabat yang sedang berbagi cerita. Kenapa kamu menangis, tanya seorang. Hari ini saya mendapatkan banyak kesedihan, kenapa ya hidup saya penuh dengan kemalangan. pagi ini saya jatuh dari sepeda, terlambat masuk kuliah, tugas tertinggal di rumah, dan sorenya saya ditelepon bengkel dan mendapat kabar bahwa kerusakan mobil saya menghabiskan biaya cukup besar. Waduh, betapa malangnya ya kamu, bersabar ya..
Keesokan harinya, kedua sahabat kembali berbagi cerita. Wah, ko menangis lagi,ada apa, tanya seorang kembali. Hari ini saya mendapat banyak keberuntungan. Pagi hari saya ditelepon bahwa pihak asuransi mau membiayai tiga perempat dari total biaya perbaikan, ujian saya memperoleh nilai tertinggi di kelas, seorang teman berulang tahun dan mentraktir saya makan siang, dan makalah saya diajukan dosen untuk dijadikan riset bersama. nah, lalu apa yang membuatmu sedih?tanya seorang kembali. Aku tidak tahu, kenapa keberuntungan ini datang begitu beruntun. namun, tampaknya kerepotanku akan bertambah. Mobilku akan kembali, dan aku akan harus mengurus masalah bensin dll. Ujianku menjadi bahan pertanyaan rekan-rekan, mengingat separuh kelas nyaris tidak lulus mata kuliah ini padahal aku tidak belajar begitu rajin. Temanku sangat berbaik hati mentraktir, namun bahkan aku tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dan makalahku harus segera diperbaiki untuk mengejar deadline presentasi ke fakultas minggu depan. Hidupku menjadi jauh lebih kompleks.
Membingungkan, kata seorang. Tampak tidak ada kebahagiaan dalam kehidupanmu. Mau sial salah, mau beruntung lebih salah.
It's not the point. hidup kita memang tidak boleh 'bahagia'. Pernahkan kita sadar, bahwa menjadi terlalu bahagia kadang membawa kita ke dalam zona nyaman yang menjadikan kita sulit untuk berubah.
Pernahkan kita berfikir, bahwa sudah pantaskan diri kita untuk bahagia sekarang? Sementara ada berjuta kehidupan lain yang belum seberuntung itu untuk merasakan kebahagiaan.

Memangnya, kebahagiaan macam apa yang dicari? Sebatas kebahagiaan sesaat, yang memuaskan rasa saat ini. kebahagiaan komunal, yang dirasakan oleh setiap insan di dunia?Dimana jelas bahwa manusia terlahir dengan keinginannya masing-masing dan tidak mungkin terpenuhi seluruhnya.

Kapan Anda terakhir kali menangis? Setahun yang lalu? Sebulan yang lalu? Seminggu yang lalu? atau baru saja Anda selesai menyeka tetesan air mata?
Kapan pun itu, berbahagialah kita yang masih diberi kesempatan untuk bersedih, diberi kesempatan untuk bermuhasabah diri, diberi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana kita sudah menjalani kehidupan selama ini. Tidak semua orang mendapat anugerah kepekaan yang sama, dimana bisa merasakan bahwa betapa manusia harus berhati-hati dalam menjalani tiap hela nafas dalam hidupnya, karena nanti memang akan dipertanyakan dalam sebuah peradilan terakhir.

Bukan berarti belum saatnya untuk bahagia. Hanya saja, sayang kalau terlena dengan kebahagiaan sementara. karena dengan menjadikan kebahagiaan ini bukan sebagai tujuan, maka kita akan senantiasa gelisah dan selalu bergerak untuk menuju kebahagiaan kekal yang sesungguhnya masih menunggu di sana.

Menangislah..dan memohon ampun..
dan kemudian kita kembali bangkit untuk berusaha, karena medan perang selalu menanti prajuritnya yang tak henti berjuang..
Katakan

Bahwa hari ini, tidak sekelam gelap awan mendung yang selalu menyembunyikan indahnya berkas mentari
Katakan, bahwa kadang hanya takut dan gusar yang tak kunjung terjawab, menjadi hantu yang bertanya-tanya
Perhatikan cara mereka berbicara. Perhatikan cara mereka mendengar. Perhatikan cara mereka mengindera lingkungan.
Aku tidak sepakat dengan adanya kewajaran untuk mengatasnamakan kesalahan. Evaluasi macam apa itu.
Bukan pertanyaan, namun kosong seakan memenuhi.
Apa yang ada. Dan apa yang seharusnya ada.
Rusak. Yah..memang sudah serusak itu.
Aku berbohong. Kamu juga. Kita semua menjadi pembohong besar yang mendustai dunia yang seharusnya bisa menjadi indah dan layak.
Katakan saja semua nilai-nilai idealis itu. Siapa yang sekarang malah mendustai.
Kenapa menyakiti, jika bisa mengobati.
Kenapa memusuhi, jika bisa menemani.
Kenapa menjauh, jika bisa tinggal dan memperbaiki.
Ini bukan masalah apa dan siapa, tapi kenapa dan bagaimana semuanya bisa membaik.
Paling tidak, ada sedikit perjuangan untuk mempertahankan kebenaran
Kamu takut. Saya juga takut. Kita adalah orang-orang yang hidup dalam ketakutan, dan karena itulah kita bisa membuat perubahan.
Katakan, bahwa tidak perlu siap untuk mengatakan bahwa kita siap. Karena tidak akan pernah sesiap itu untuk mengatakan bahwa kita siap melakukan perbaikan.
Kita sudah siap. Silahkan ambil ancang-ancang..

*memang melakukan lebih sulit dari sekedar mengatakan. tapi tidak mengapa, lebih baik declare dan kemudian termotivasi untuk mewujudkannya karena kadung (jadi kayak kontrak sosial gitu deh...)

Thursday, May 10, 2007

Apa kata dunia….?

- Mencintai Tuhan.
- Mencintai orang tua. Memahami betapa rindunya kita saat mereka tidak ada.
- Mencintai pasangan hidup. Kirana…wow…
- Mencintai Negara. Tegakkan badanku, aku ingin melihat merah putih berkibar kembali..
- Mencintai Tanah Air.
- Mencintai anak. Kalau kau tidak mau jadi Bapakku, siapa lagi yang mau. Dimana lagi aku harus mencari Bapak.
- Mencintai pahlawan. Jendral…turunkan tanganmu. Tidak semua dari mereka pantas kau hormati/ Bergetar hatinya saat mendengarnya membacakan teks proklamasi.
- Mencintai perjuangan. Kalau Bapak tidak keberatan, mau tidak untuk menceritakan perjuangan dulu semasa jadi Jenderal.
- Mencintai sepakbola
- Mencintai kehidupan
- Mencintai konflik keluarga
- Mencintai pekerjaan
- Mencintai kampung halaman dan leluhur.
- Mencintai persahabatan.
- Mencintai saudara.

Nagabonar jadi 2. Nonton filmnya deh. Bagus. Reminder yang baik..


100507
Bimbo dan Rufio

Meski saya tidak pernah tahu persis kapan mereka berdua lahir dan menghirup O2 terlarut untuk pertama kalinya, yang jelas di siang itu saya memutuskan untuk mengadopsi mereka dari sebuah toko di Jalan Pahlawan. Konsekuensinya, saya kedatangan roommates baru. Anggota keluarga Dago 128c baru.
Awalnya, saya berujar bahwa ingin sekali memelihara ikan mas koki. Kenapa mas koki? Yaah..lucu aja. Kesannya memang lucu dan bersahabat. Oranye. Gendut. Simpelnya, menarik, sangat menarik. Lagipula, saya juga lagi butuh melatih sense rawat-merawat dan kesabaran. Hehe..
Seusai kemenangan merebut medali emas di Home Tournament, seorang pelatih bulutangkis yang sebelumnya sudah berjanji kemudian menghadiahkan dua makhluk mungil ini. Bimbo dan Rufio.
Bimbo dan Rufio. 2 nama ini muncul justru jauh sebelum keduanya muncul dan menjadi peliharaan saya. Namanya diambil dari 2 grup musik yang berbeda genre, mentang-mentang penggemar berat musik (satu rohani, satu lagi punk). Entah kenapa, memberikan nama kepada mereka seakan menjadikan mereka segitu dekat dan intimnya dengan saya. Namanya memang sengaja dipilih yang catchy dan kocak. Biar seneng aja kalau lagi ngajak ngobrol sambil ngasi makan.
Proses bertemunya pun lucu. Perlu berkeliling-keliling setengah Bandung untuk bertemu dengan dua mas koki ini. Ikan Mas Koki Yang Berkarakter. Yap, itu kriteria utamanya. Waktu ditanya ikan seperti apa yang berkarakter, saya menjawab simpel. You know when you see it. Aura keikanmaskokiannya yang membuat kita sekali tengok langsung jatuh hati. Kalau dihubungkan dengan kondisi akhir-akhir ini, yah, mirip seperti melihat orang dengan inner beauty yang kuat. Hahaha.
Bimbo dan Rufio. Ternyata dua-duanya suka makan. Gerakan mereka tampak struggle pisan saat melihat tangan kita sudah mulai mendekati bibir akuarium (oh iya, akuarium saya namanya Karim). Bahkan, belum sempat butir-butir makanan ikan itu jatuh ke permukaan, mereka sudah bergerak gelisah. Hmmh, terkadang terpikir, kalau saya seharian tidak memberi makan kira-kira nasib mereka gimana yah…? Mereka kan tidak mungkin melompat keluar dan mengambil butir makanannya sendiri. Beruntunglah kita menjadi manusia yang dilengkapi akal dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan betapa rendahnya mereka yang tidak sadar dan tidak memanfaatkan privilledge yang sudah diberikan ini. Untuk menentukan apa yang kita mau dan kita lakukan.
Bimbo dan Rufio. Setiap hari dunia mereka hanya seputar Karim yang diameternya tidak lebih dari 30 cm, dengan kondisi air jernih hasil purifier yang berputar dalam siklus pemurnian. Kalu dipikir, ternyata sangat membosankan ya hidup dalam lingkaran yang itu-itu saja. Boro-boro bicara soal pengalaman menjelajah dunia, bahkan untuk melihat bentuk batuan akuarium yang berbeda pun bisa jadi sekali seumur hidup. Wow, bosen pisan. Tapi toh, mereka tetap bersemangat saat butir makanan akan ditabur. Mereka tetap bersemangat dan tidak hentinya berenang-renang. Life could be so simple.
Jadi, sebenarnya betapa sederhananya ya hidup untuk dicintai dan disyukuri. Ketika dengan berbagai keterbatasan kita mampu untuk melihat angin segar didalamnya. Ketika keterbatasan ternyata bisa dibalikkan menjadi kebahagiaan. Kalau ikan saja mampu, kenapa kita tidak. Toh, keterbatasan manusia adalah kodrat yang tidak mampu ditentang, tapi bukan untuk tidak dioptimalkan.
Bimbo dan Rufio. Meski sama-sama pejantan, tapi bisa hidup rukun dan berbagi dalam satu akuarium. Seru ya, kalau kita bisa membina kerukunan. Semoga kalian bisa menjadi sahabat penemanku yang setia dan senantiasa mengajarkan untuk menjadi manusia yang lebih beradab. Nuhun bro!


100507

Thursday, April 26, 2007

Kemahasiswaan milik siapa?

Apa sih yang membuat orang enggan beraktivitas?

Apa sih yang membuat orang enggan ber-kemahasiswaan?

Seram. Takut. Cape. Males. Bukan kerjaan gue. Ga gue banget.

Image yang selama ini ditawarkan memang demikian. Kemahasiswaan seakan menjadi momok yang cukup menakutkan dan mampu menurunkan IP dengan drastis. Boro-boro berbicara soal nilai, untuk mengajak menengok pun agak sulit.Ada yang bilang, start awal kita soal definisi kemahasiswaan belum sama suhunya. Berdebat soal definisi kemahasiswaan memang tidak akan ada habisnya. Tiap orang punya definisinya masing-masing soal kata ini, dan memang demikian. Bukan masalah definisi yang kita debatkan, tapi bagaimana mampu menjadikan definisi tersebut realisasi mimpi bersama yang sinergis.

dikutip dari tulisan gw..hahahahaha..frik!!

Sunday, April 22, 2007

it's really a momento..frik lah..hahahhaha
kadang, orang teh bener2 g tau diri...masa...main judgment sana sini,,ampun....yaudahlah,,,
memang hidup di jaman yang sulit..jitak aja..kalau lg pengen.hihihihi

Thursday, March 29, 2007

semua akan baik2 saja...
i'm on your back..

Saturday, March 24, 2007

tentang bangun (2)

alhamdulillah..baru melewati suatu fase yang sangat berharga dalam hidup. hmm, lucu, karena kadang ada ketidakjujuran yang kita sendiri entah kenapa tidak berani mengakuinya. membuat perubahan? ya tentu saja..malah sangat signifikan. bukan cuma nasib seseorang yang dipertaruhkan, tapi semuanya. pelajaran yang sangat berharga. bereaksi cepat. berpikir cepat. bertindak cepat.
so what's next? can't wait to find out..
karena kini kembali ke titik berimajinasi..
mungkin ada yang harus ditambah, atau dikurangi..
mungkin jalannya jadi tambah berat atau bahkan lebih mudah...
who knows...?
but God always knows the best

tetap berdoa dan bersyukur..